Senin, 20 Februari 2012

INGAT LIMA PERKARA SEBELUM LIMA PERKARA

Oleh : Muhammad Badri



Sebuah keniscayaan bahwa segala sesuatu akan ada akhirnya. Buku yang kita baca ini suatu saat akan rusak dan hilang, mata yang kita gunakan untuk membaca suatu saat juga akan rabun, tangan yang kita gunakan untuk memegang buku ini suatu saat akan lemah dan kulitnyapun akan mengeriput.
Singkatnya segala yang yang ada di dunia ini akan musnah dan ada akhirnya. Tidak ada yang abadi di dunia ini.
Lantas kalau demikian bagaimana kita memanfaatkan seluruh nikmat yang ada ini sebelum hilang?. Mengoptimalkan dan memanfaatkannya untuk sesuatu yang diridhai oleh-Nya itulah jawabannya.
Nabi kita yang mulia Muhammad صلى الله عليه وسلم   menasehati kita dalam sebuah haditsnya :

أخبرني الحسن بن حليم المروزي ، أنبأ أبو الموجه ، أنبأ عبدان ، أنبأ عبد الله بن أبي هند ، عن أبيه ، عن ابن عباس ، رضي الله عنهما قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم لرجل وهو يعظه : « اغتنم خمسا قبل خمس : شبابك قبل هرمك ، وصحتك قبل سقمك ، وغناءك قبل فقرك ، وفراغك قبل شغلك ، وحياتك قبل موتك » « هذا حديث صحيح على شرط الشيخين ولم يخرجاه »

“Dari Ibnu Abbas dia berkata: telah bersabda Rasululloh, seraya menasehati seseorang: Jagalah olehmu lima perkara sebelum datang lima perkara yang lainnya, jaga masa mudamu sebelum tuamu, jaga masa sehatmu sebelum datang waktu sakit, jaga masa kayamu sebelum jatuh miskin, jaga masa lapangmu sebelum sempit, dan jaga masa hidupmu sebelum datang kematian”.(Mustadrok Hakim kitab roqooq :4/306)
Dan disebutkan dalam hadits yang lain:

عَنْ ابْنِ عُمَرْ رضي الله عَنْهُمَا قَالَ : أَخَذَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم بِمَنْكِبَيَّ فَقَالَ : كُنْ فِي الدُّنْيَا كَأَنَّكَ غَرِيْبٌ أَوْ عَابِرُ سَبِيْلٍ . وَكاَنَ ابْنُ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا يَقُوْلُ : إِذَا أَمْسَيْتَ فَلاَ تَنْتَظِرِ الصَّبَاحَ، وَإِذَا أَصْبَحْتَ فَلاَ تَنْتَظِرِ الْمَسَاءَ، وَخُذْ مِنْ صِحَّتِكَ لِمَرَضِكَ، وَمِنْ حَيَاتِكَ لِمَوْتِكَ . [رواه البخاري]

Dari Ibnu Umar Jadilah engkau di dunia ini seakan-akan sebagai orang asing atau pengembara. Lalu Ibnu Umar رضي الله عنهma berkata : "Jika engkau di waktu sore, maka janganlah engkau menunggu pagi dan jika engkau di waktu pagi, maka janganlah menunggu sore dan pergunakanlah waktu sehatmu sebelum kamu sakit dan waktu hidupmu sebelum kamu mati".( Hadits riwayat Bukhori kitab roqooq: 6416)
Secara bahasa kata اغتنم artinya adalah mengambil kelebihan atau mengambil keuntungan, jadi artinya adalah peliharalah, ambillah atau jagalah lima perkara sebelum datang lima perkara yang lainnya.
Dalam hadist tersebut Nabi kita menerangkan dan memerintahkan kepada umatnya agar menjaga lima hal sebelum datang perintah untuk menjaga lima hal yang lain, karena bagaimana mungkin manusia akan mampu melaksanakan perintah dalam jumlah yang banyak sedangkan perintah yang sebelumnya saja belum dikerjakan.
Adapun hadist yang kedua disebutkan sebagai penguat hadist yang sebelumnya dan sebagai penjelas. Intinya sama yaitu kita disuruh untuk memperhatikan beberapa hal tersebut.
Dalam hadits tersebut terdapat beberapa hal yang menjadi penekanan berkaitan dengan segala sesuatu yang akan musnah dan sirna. Pengertiannya tentu tidak hanya yang ada di dalam hadits ini, tersirat padanya hal-hal yang memiliki esensi yang sama, semisal memaksimalkan dunia ini untuk akhirat nanti. Selain dua hadits tersebut masih banyak lagi hadist-hadits serupa maknanya yang menjelaskan tentang hal tersebut.
Secara ringkas lima hal yang harus kita perhatikan dan kita jaga adalah sebagai berikut;
1)   Jagalah masa mudamu sebelum masa tuamu
2)   Jagalah masa sehatmu sebelum datang masa sakitmu
3)   Jagalah masa kayamu sebelum datang miskinmu
4)   Jagalah masa lapangmu sebelum masa sempitmu
5)   Jagalah masa hidupmu sebelum datang kematianmu
Untuk lebih jelasnya pada tulisan ini insya Allah akan disebutkan manfaat yang dapat kita ambil dari masing-masing lima perkara yang disebutkan sebelumnya, dan bagaimana caranya untuk menjaga lima hal tersebut.



Lima perkara tersebut adalah sebagai berikut:

"Pergunakan masa mudamu sebelum datang masa tuamu". Masa muda hendaklah dipergunakan sebaik-baiknya untuk mencapai kebaikan, kesuksesan, dan keberhasilan, karena masa mudalah kita mempunyai ambisi, keinginan dan cita-cita yang ingin kita raih, bukan berarti masa tua mneghalangi kita untuk tetap berusaha mencapai keinginan kita, tapi tentulah usaha masa tua akan berbeda halnya dengan usaha saat kita masih muda. Maka dari itu masa muda hendaklah diisi dengan berbagai kegiatan yang bermanfaat hingga tidak menyesal di kemudian hari.

"Pergunakan masa luangmu sebelum datang masa sibukmu". Disini kita dianjurkan untuk menghargai waktu, agar bisa diisi dengan hal-hal yang bermanfaaat baik untuk diri sendiri maupun orang lain. Misalnya, menengok saudara ketika ada kesempatan sebelum kesibukan menghampiri kita, hingga tidak sempat lagi untuk sekedar mengunjungi kerabat.

"Pergunakan waktu sehatmu sebelum datang waktu sakitmu". Hal ini juga anjuran agar kita senantiasa waspada pada segala kemungkinan yang sifatnya diluar prediksi manusia, seperti halnya sakit. Sakit disini bukan sebatas sakit jasmani, tapi juga sakit rohani. Maka ketika kita sehat jasmani-rohani, hendaknya kita senantiasa mempergukannya untuk hal-hal yang bermanfaat tanpa mengulur-ngulur waktu.

"Pergunakanlah waktu kayamu sebelum datang waktu miskinmu". Tidak terlalu jauh berbeda dari penjelasan di atas, ketika kekayaan ada pada kita, baik itu berupa materi atau lainnya, maka hendaknya kita memanfaatkannya sebaik-baiknya, jangan menghambur-hamburkan.

"Pergunakan hidupmu sebelum datang matimu". Yang terakhir ini merupakan cakupan dari empat hal diatas. Ketika kita diberi kehidupan maka hidup yang diberikan pada kita itu sebenarnya merupakan kesempatan yang tiada duanya. Karena kesempatan hidup tidak akan datang untuk kedua kalinya. Kehidupan harus dijalani sesuai tuntutan kemaslahatannya.

Lima hal itu merupakan inti misi dan visi hidup manusia, karena kunci kesuksesan itu terletak pada bagaimana kita "mempergunakan kesempatan dengan sebaik-baiknya". Mempergunakan kesempatan adalah bentuk pasrah pada upaya & usaha, bukan pada hasil. Prinsip pasrah pada upaya & usaha akan membentuk jiwa yang teguh, tegar, kuat, dan tidak mudah putus asa. Bila suatu saat upaya kita belum menghasilkan target yang kita harapkan, maka kita tidak lantas putus asa, karena kewajiban kita adalah berupaya. Berupaya dan berupaya.


Sumber : 
http://majelispenulis.blogspot.com/2011/05/ingat-lima-sebelum-lima.html





Senin, 18 April 2011

FURI El-Falah

El-Falah adalah nama panggilan untuk sebuah organisasi pemuda dan remaja Islam. Berawal dari pemikiran untuk saling memberi dan menerima untuk kemajuan bersama, kemudian terbentuklah kesepakatan untuk membuat nama dari wahana persaudaraan islam ini dengan nama FORUM UKHUWAH REMAJA ISLAM EL-FALAH.
Sekitar selusin pemuda dan remaja putra-putri Grumbul Pandanarum, Dusun Cibatu, Desa Pegadingan, Kecamatan Cipari, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah Indonesia.